Sumber data & asumsi
Arsitektur & laju tumbuh: parameter model VPalm/XPalm (CIRAD, proyek PalmStudio), dikalibrasi dari pengukuran lapangan dan LiDAR progeni Tenera di Indonesia (Perez dkk. 2016, J. Exp. Bot.; Perez dkk. 2018/2020). Yang dipakai: filotaksis 136,7°, panjang rachis = 0,834 + 0,0322 × pelepah ke-n (plateau 6,62 m), rasio petiol/rachis 0,249, jumlah anak daun logistik terhadap panjang rachis (maks. ±172 per sisi), panjang & lebar anak daun di titik B, sudut aksial & zenit anak daun (tipe atas/tengah/bawah), deklinasi titik C = 10,5° + 1,33° × rank, tinggi batang (eksponensial sampai pelepah ke-120, lalu 3 cm per pelepah), diameter batang maks. 0,6 m.
Laju pelepah: 0,0111 → 0,0074 pelepah per °C·hari (matang pada 2.920 hari). Suhu diasumsikan dataran rendah Bengkulu (Tmin 23 °C, Tmaks 31,5 °C) sehingga ±9,6 °C·hari per hari, atau ±39 pelepah/tahun saat muda dan ±26 pelepah/tahun saat matang.
Produksi, JTP & BJR: standar potensi produksi PPKS kelas S1 (Darmosarkoro 2007) untuk umur 10–25 tahun. Umur 3–5 tahun mengikuti rentang IOPRI (4–6, 12–16, 15–19 t/ha), umur 6–9 tahun hasil interpolasi. Peluang tandan betina per ketiak pelepah diturunkan dari JTP ÷ laju pelepah.
Asumsi kebun: panen mulai 30 bulan; pemangkasan menyisakan ±50 pelepah (TM muda) dan ±44 pelepah (TM > 8 tahun); pangkal pelepah rontok sendiri 10–15 tahun setelah pelepah keluar; tandan matang ±5,5 bulan setelah antesis.
Perkiraan visual (bukan data terukur): bentuk tandan & buah, bunga jantan, akar, pakis di pangkal pelepah, rumput, tumpukan pelepah di gawangan. Laju tinggi VPalm (±0,78 m/tahun) berada di batas atas rentang lapangan 0,45–0,75 m/tahun; varietas pendek akan lebih rendah.